Postingan

Pakar Dari Amerika Ungkap Jika Lonjakan Kasus Varian Omicron Meningkat Selama Libur Natal Dan Tahun Baru

Jakarta - Pakar penyakit menular Amerika Serikat, Dr Anthony Fauci mengatakan, bahwa varian B. 1.1.529 atau varian Omicron sangat cepat menyebar terlebih selama libur Natal dan tahun baru. Dia mengungkapkan varian virus baru yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan ini memiliki kemampuan penyebaran yang luar biasa. Kepala penasihat medis presiden Joe Biden itu memperingatkan varian Omicron selama libur Nataru berpotensi meningkatkan risiko infeksi, bahkan pada orang yang sudah divaksinasi Covid-19 lengkap, dan menyebut gelombang infeksi akan "berkobar di seluruh dunia." "Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik dan semoga kami akan mengerti mengenai variannya,"ujar Fauci. Mengacu pada pidato Biden, Fauci memaparkan bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan beberapa hal terkait pengendalian Covid-19 di negaranya. Melansir The Guardian, Minggu (19/12/2021). Presiden Biden disebut akan menekankan beberapa hal, seperti meminta agar masyarakat ya...

Mengapa Warna Bintang Bisa Berbeda-beda? Berikut Penjelasannya

Jakarta - Bintang adalah salah satu benda langit yang dapat kita lihat saat malam hari. Sama seperti benda yang di langit lainnya, bintang memiliki keunikannya sendiri, mulai dari bentuk, ukuran, hingga warna bintang yang bisa berbeda-beda. Biasanya, kilauan bintang akan tampak berwarna putih atau kuning pucat, jika diamati dengan mata telanjang dari Bumi. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya bintang memiliki warna berbeda-beda? Dilansir dari World Today, Senin (26/9/2016) panjang gelombang di mana bintang paling banyak memancarkan cahaya atau disebut panjang gelombang puncak dalam Hukum Wien, menjelaskan bahwa panjang gelombang memengaruhi warna dari cahaya yang dihasilkan bintang. Hukum Wien menyatakan, panjang gelombang pada intensitas maksimum akan bergeser ke panjang gelombang yang lebih pendek atau ke frekuensi yang lebih tinggi jika suhunya semakin naik. Perubahan warna pada benda menunjukkan perubahan intensitas radiasi benda. Ketika suhu pada benda berubah, maka...

Pesawat Hipersonik Buatan China Sukses Jalani Uji Mesin Dengan Kecepatan 5 March Atau Sekitar 3.800 Mil/Jam

Jakarta - Pesawat hipersonik bermesin ganda yang telah dibangun China sukses menjalani uji mesin di terowongan angin untuk simulasi kondisi penerbangan dari 4 Mach hingga 8 Mach selama beberapa detik. Pesawat hipersonik ini dapat terbang dengan kecepatan Mach 5 atau lima kali kecepatan suara, sekitar 3.800 mil per jam (6.115 kilometer per jam). Uji coba dilakukan tim dari Universitas Aeronautika dan Astronautika Nanjing di terowongan angin hipersonik China di Kota Beijing. Terowongan angin ini mampu untuk menguji pesawat yang melaju hingga 30 kali kecepatan suara. Menurut laporan South China morning Post (SCMP) dikutip stuff.co, pesawat hipersonik ini akan lebih sulit untuk dideteksi dan dilawan jika digunakan untuk mengirimkan senjata seperti rudal nuklir. China bertujuan membuat armada pesawat hipersonik yang mampu menerbangkan 10 orang seluruh penjuru dunia dalam waktu satu jam pada tahun 2035. Desain pesawat hipersonik ini didasarkan pada bentuk pesawat X Two-Stage ...

Penjelajah Yutu 2 China Menemukan Objek Misterius Berbentuk Kubus di Bulan

Jakarta - Penjelajah Yutu 2 China melihat objek misterius yang aneh saat menjelajahi kawah Von Karman di sisi jauh permukaan bulan. Objek berbentuk kubus aneh itu terlihat dari jarak sekitar 80 meter oleh Yutu 2 pada bulan November kemarin. Diterbitkan oleh Our Area, saluran sains berbahasa China yang terkait dengan China National Area Management (CNSA), objek tersebut dijuluki sebagai "rumah misteri" sampai para ahli bisa melihatnya dengan lebih baik. Andrew Jones, yang meliput kegiatan luar angkasa China, mengatakan tentang penemuan terbaru: "Kami memiliki pembaruan dari Yutu-2 di sisi jauh bulan, termasuk gambar bentuk kubus di ufuk utara berjarak 80 meter dari penjelajah di Von Kármán kawah." Dikutip dari Express, Selasa (7/12/2021), para ilmuwan telah dibuat bingung oleh objek tersebut dan Yutu 2 diperkirakan akan menjelajah di sekitar lokasi tersebut selama tiga bulan untuk menyelidiki obyek tersebut. Sementara ini, ilmuwan memperkirakan bahw...

Apakah Benar Jika Matahari Terbit Dari Bara Tanda Kiamat? Berikut Penjelasan NASA

Jakarta - Matahari terbit dari barat diyakini merupakan tanda akhir zaman atau dunia. Keyakinan itu datang dari pemeluk agama Islam yang didasarkan pada hadits Abu Huraira yang menyebutkan Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam mengatakan, "Tidak akan terjadi hari kiamat sampai matahari terbit dari barat, dan ketika terbit (dari barat) dan orang-orang melihatnya, mereka semua akan percaya. Dan saat itu terjadi, maka tidak ada baiknya bagi yang baru percaya."(HR Bukhari). Keyakinan itu memang tidak perlu diganggu gugat karena memang berbicara masalah keyakinan. Hanya saja masih banyak orang yang memanfaatkan celah-celah tertentu untuk membuat kontroversi. Seperti belakangan ini ketika muncul berita di dunia maya yang mengatakan NASA telah mengonfirmasi bahwa bumi telah berputar ke arah berlawanan. Putaran itu membuat pergerakan bumi terhadap matahari berubah dimana terbit matahari dimulai dari barat bukan dari timur. Berita itu semakin panas karena menye...

Fosse Dionne Mata Air Misterius yang Sampai Sekarang Belum Diketahui Asal Sumber Mata Airnya Dari Mana di Prancis

Jakarta -  Sebuah mata air di Kota Tonnerre, Burgundy, Prancis, menimbulkan misteri karena tak seorang pun mengetahui dari mana sumber airnya berasal. Selama berabad-abad, mata air ini hanya diketahui dengan debit airnya yang cukup besar dan mengalir terus menerus. Dilansir Anomaly Central, kemisteriusan mata air Fosse Dionne semakin menarik karena tidak ada yang pernah bisa mencapai dasar sumur tersebut. Seolah-olah sumur alam itu tidak memiliki dasar sama sekali. Selama ini, sumur tersebut diketahui telah memuntahkan air dalam jumlah besar, dengan debit air sekitar 311 litre per detik. Debit air tersebut keluar secara teratur, yang dapat meningkat menjadi 3.000 liter per detik dalam kondisi cuaca hujan. Mata Air yang Digunakan Sejak Zaman Romawi Selain sumber mata airnya yang masih menjadi misteri, Fosse Dionne ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Mata air ini ternyata pernah digunakan oleh bangsa Romawi sebagai sumber air minum. Bahkan, tak hanya orang-0rang Romawi, ba...

Penjelajah Mars Milik NASA Mengumpulkan Sampel Bebatuan Bewarna Hijau Dengan Sarat Mineral

Jakarta - Wahana penjelajah Mars milik NASA , Willpower berhasil mengumpulkan sampel batu berwarna kehijauan yang sarat dengan mineral. Penjelajah Willpower mengumpulkan potongan-potongan kecil batuan Olivin dari planet Mars dan menempatkannya dalam tabung sampel untuk diamankan. NASA sedang mengembangkan misi untuk mengambil sampel yang dikumpulkan wanderer dan membawanya kembali ke Bumi untuk dipelajari pada awal 2030-an. Diharapkan dari penemuan ini, para ilmuwan di Bumi bisa mendapatkan informasi dari mineral yang dikandung Olivin untuk ilmu pengetahuan di masa depan. NASA tidak merinci hipotesis Olivin yang ditemukan beredar, tetapi diharapkan banyak informasi baru yang diperoleh dari analisis para peneliti. "Sampel terbaru berasal dari batu yang sarat dengan mineral Olivin kehijauan,"cuit wahana penjelajah Mars Determination @NASAPersevere dikutip laman cnet, Kamis (18/11/2021). Batuan Olivin yang menarik telah ditemukan di beberapa tempat luar angkasa. ...